Kawah Putih, 28 Januari 2012
2011
Desember 30, 2011Ini bukan tentang kaleidoskop apalagi resolusi, pada akhirnya ini cuma tentang curahan hati.
Boleh dibilang di tahun 2011 hidup saya baru dimulai di Bulan Juni ketika saya mulai untuk pertama kalinya merantau. Ke Jakarta. Sebelum itu saya pun lupa melakukan apa.
Tempat kerja baru. Suasana baru. Teman baru. Kota baru. Kota yang sepertinya tak kan pernah habis diarungi (atau saya belum terlalu berminat mengarunginya hehe). Alhamdulillah Jakarta selalu baik kepada saya.
Baca entri selengkapnya »
Dapoe Aceh, 17 Desember 2011
Desember 19, 2011sepertinya rempah-rempah serambi mekah itu tak mampu menyembunyikan hati yang lungkrah. dia ada dan nyata karena kamu ada di sana. seperti biasa, mencuri perhatian. sementara aku semakin tenggelam melamun di antara bulir serut timun. memandangimu menyantap mi aceh dan roti jala sambil bercerita apa saja. kemudian bertanya-tanya adakah ganja di masakan kita. bukan, ganja tak mampu menghadirkan rasa lungkrah kurasa. itu pasti cinta.
The Adventure of Tintin: The Secret of The Unicorn
November 14, 2011Saya tidak terlalu menggemari motion capture dan sejauh saya ingat juga belum pernah secara serius membaca komik Tintin. Jadi ketika menonton film ini saya tidak berekspektasi apapun kecuali adanya nama Spielberg dan Peter Jackson di sana. Dan Spielberg kembali benar- benar bertualang. Sesuatu yang tidak saya lihat di seri terakhir Indiana Jones.
Menonton Tintin seperti naik rollercoaster, dalam arti sebenarnya– siapkan plastik bila perut anda lemah. Spielberg sangat bermain-main dengan kameranya. Camera work-nya, terlepas dari dibuat untuk memenuhi kebutuhan versi 3D-nya, terlihatlah sangat mengagumkan. Bagaimana Spielberg mengubah Kota Bhaggar menjadi ajang roller coaster bagi Tintin dan musuh-musuhnya adalah pengalaman menonton yang luar biasa. Kalau tidak boleh dikatakan agak memusingkan.
Tapi The Secret of The Unicorn juga bukan film yang sempurna. Yang menjadi kelemahan dari film ini adalah gaya berceritanya. Oke ceritanya memang bagus tapi Spielberg lupa bahwa film ini juga punya penonton yang ingin ikut bertualang juga. Spielberg tak memberi kesempatan itu. Spielberg bertualang sendiri di film ini. Penonton seperti tak diajak bertualang atau memecahkan misteri yang ada. Segalanya berlangsung begitu cepat bahkan terkesan terburu-buru dan tiada kesan pada akhirnya. Sayang sekali.


Ditulis oleh Andi 
