sampai di sini saja aku bisa mengantarmu. hari sudah mulai pagi. aku harus pergi.
aku tahu kau mencintaiku. tak kau ingatkah percintaan kita semalam?
aku tak bisa mengantarmu lebih jauh lagi. ufuk sudah mulai membara.
sudahlah, pelukanmu hanya akan menghambat jalanku pulang.
ya, aku akan merindukanmu. tentu saja. hanya saja matahari sudah hampir tiba. kita akan bertemu lagi malam nanti. aku janji.
“tak bisa kah kau tinggal di rumahku saja?”
tidak bisa, sayang.
“kenapa?”
karena aku bukan manusia. aku zombie yang terbakar matahari.
sebesar apapun cintamu tetap saja tak mampu melindungiku, wahai manusia cantik.
harus berapa kali ku katakan ini agar kau mengerti?

0 Tanggapan ke “Membunuh Sepi dengan Sebilah Tajam Belati yang Berlumur Selai Roti”