Arsip untuk Agustus, 2009

28
Agu
09

Curhat Ramadhan 1.0

Selama sebelas bulan, setiap kali kali melakukan kesalahan atau berbuat dosa, kita (atau cuma saya?) selalu “mengkambinghitamkan” setan. Kita (atau cuma saya?) biasanya akan berdalih bahwa godaan setanlah yang telah menjerumuskan kita (atau cuma saya?) ke dalam sebuah dosa tanpa pernah berpikir bahwa manusia bisa lebih setan daripada setan (meski ada juga manusia yang lebih malaikat daripada malaikat).

Lalu Allah datang membawa Bulan Ramadhan, bulan di mana setan-setan dibelenggu di neraka yang berarti juga (untuk sementara) tidak ada pihak-pihak yang bisa dikambinghitamkan atas kesalahan yang manusia perbuat. Bulan Ramadhan membuktikan bahwa tanpa godaan setan-pun kita (atau cuma saya?) sangat sulit mengendalikan diri kita (atau cuma saya?) sendiri dan tetap bisa berbuat dosa.

Yang saya heran, kalo Allah bisa membelenggu setan selama sebulan kenapa Allah tidak sekalian memusnahkan saja semua setan (yang pastinya mudah bagiNya)? Kenapa Allah masih menggunakan “bantuan” setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa di sebelas bulan yang lainnya? Kenapa?

Mungkin karena Allah Maha Tahu. Maha Tahu bahwa manusia adalah makhluk yang lemah yang bahkan tak mampu menanggung kesalahan mereka sendiri jadi mereka tetep butuh setan untuk disalahkan. Mungkin.

21
Agu
09

Negeri Seribu Poster

Cerpen Oleh : Andi Purwanto dan Kiki Raihan

Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan akhirnya pagi ini bus yang membawaku beserta serombongan wisatawan lainnya tiba di Negeri Seribu Poster. Baru saja memasuki gerbang selamat datang negeri ini aku sudah tahu mengapa negeri ini disebut dengan Negeri Seribu Poster. Di kanan kiri yang kulihat hanya poster-poster yang menempel di pohon-pohon. Jumlahnya banyak sekali sampai-sampai membuat sebuah pohon yang lumayan besar hanya terlihat helai-helai daunnya karena seluruh batang dan rintangnya ditempeli poster-poster.

Tak berapa lama bus mulai memasuki bagian kota dari Negeri Seribu Poster. Di kota lebih gila lagi. Poster ada di mana-mana. Tidak hanya di pohon-pohon tapi juga di bus kota, tembok rumah penduduk, gedung perkantoran, mal-mal, rumah makan, pasar, tiang listrik, tiang lampu lalu lintas, bahkan tempat sampah. Ternyata tidak hanya poster saja yang banyak ditemui di negeri ini tapi juga bendera warna-warni yang dikibarkan di manapun bisa dikibarkan.
Lanjutkan membaca ‘Negeri Seribu Poster’

19
Agu
09

PENGAKUAN DOSTOEVSKY

Oleh Kiki Raihan dan Andi Purwanto

Dari balik boks kaca aku mengintainya. Lelaki muda itu tampak begitu gagah dan memesona. Semangat dan kegelisahan masa mudanya menambah pikat dirinya. Ia tampak santai menikmati sore itu sendirian saja, berjalan kian kemari di toko buku terbesar di kota ini. Aku mengamatinya terpekur di depan tumpukan buku-buku terlaris tahun ini. Ia tampak mendengus bosan, lalu pindah ke deretan buku-buku impor. Ia mencomot sebuah buku, membolak-balik halamannya, membaca sinopsis di sampul belakangnya. Agak sulit juga aku menilik judulnya dari tempatku ini tapi akhirnya kuketahui ia tengah menekuri buku berjudul The Great Disruption: Human Nature and the Reconstitution of Social Order. Francis Fukuyama. Entah siapa pula itu, aku tak terlalu peduli. Aku hanya ingin ia melihatku…lalu jika beruntung memilihku dan membawaku pulang. Aku hanya ingin merasa dimiliki. Aku kesepian disini.

Do’aku terjawab segera. Ia menghampiriku. Untuk pertama kalinya kami bertatapan langsung. Ia meminta untuk menyentuhku. Aku tergetar…sungguh tergetar. Setelah sekian lama aku nyaris mati bosan menanti seseorang sebagai kekasih atau sahabat, kesepian tak terjamah; kini seseorang datang dan menggenggamku. Suaranya nyaris tak terdengar, “Sangat sempurna. Ini yang paling cocok untukku,” kudengar ia seperti bergumam pada dirinya sendiri. Ia lantas berbicara pada salah seorang penjagaku dan lantas menyerahkan beberapa lembar uang kertas di tempat tak jauh dariku. Aku tersenyum. Aku tahu harga diriku. Aku tahu betapa mahalnya diriku dan betapa tidak sembarang orang bisa memilikiku. Aku suka laki-laki ini, ia punya selera yang baik terhadap apapun. Sama seperti ia memilihku karena aku selalu tampak berkelas dan elegan. Ia menimangku keluar dari boks kaca yang selalu membuatku merasa klaustrophobik, tak lama setelah kembali dari pengutip uang di boks pojokan sana. Aku melayang bahagia saat ia membisikkan namaku begitu penuh haru, “Montblanc Dostoevsky…akhirnya aku memilikimu!”
Lanjutkan membaca ‘PENGAKUAN DOSTOEVSKY’




Stalk Me

  • lha katanya udah tamat tapi kok ini ada teaser Cinta Fitri lagi?!? 36 minutes ago
  • #penasaran, ada gak ya permohonan cerai yg tidak dikabulkan pengadilan agama? kalo gak ada trus ngapain pake sidang segala? #fb 47 minutes ago
  • kok rambut KD cepet bgt ya panjangnya?? #gosippagi 52 minutes ago
  • udah lupa rasanya telat, pengen ngerasain telat lagi tapi mana mungkin bisa telat kalo kantor aja belum punya? #hehe #fb 1 hour ago
  • pengen beli PSP GO buat bapak karena gamewatch tetrisnya udah ancur tapi apa daya duit cuma *liat tweet sebelumnya* 1 hour ago

 

Agustus 2009
S S R K J S M
« Mar   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Hi There !

http://bengawan.org/