Selama sebelas bulan, setiap kali kali melakukan kesalahan atau berbuat dosa, kita (atau cuma saya?) selalu “mengkambinghitamkan” setan. Kita (atau cuma saya?) biasanya akan berdalih bahwa godaan setanlah yang telah menjerumuskan kita (atau cuma saya?) ke dalam sebuah dosa tanpa pernah berpikir bahwa manusia bisa lebih setan daripada setan (meski ada juga manusia yang lebih malaikat daripada malaikat).
Lalu Allah datang membawa Bulan Ramadhan, bulan di mana setan-setan dibelenggu di neraka yang berarti juga (untuk sementara) tidak ada pihak-pihak yang bisa dikambinghitamkan atas kesalahan yang manusia perbuat. Bulan Ramadhan membuktikan bahwa tanpa godaan setan-pun kita (atau cuma saya?) sangat sulit mengendalikan diri kita (atau cuma saya?) sendiri dan tetap bisa berbuat dosa.
Yang saya heran, kalo Allah bisa membelenggu setan selama sebulan kenapa Allah tidak sekalian memusnahkan saja semua setan (yang pastinya mudah bagiNya)? Kenapa Allah masih menggunakan “bantuan” setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa di sebelas bulan yang lainnya? Kenapa?
Mungkin karena Allah Maha Tahu. Maha Tahu bahwa manusia adalah makhluk yang lemah yang bahkan tak mampu menanggung kesalahan mereka sendiri jadi mereka tetep butuh setan untuk disalahkan. Mungkin.

