2011
Ini bukan tentang kaleidoskop apalagi resolusi, pada akhirnya ini cuma tentang curahan hati.
Boleh dibilang di tahun 2011 hidup saya baru dimulai di Bulan Juni ketika saya mulai untuk pertama kalinya merantau. Ke Jakarta. Sebelum itu saya pun lupa melakukan apa.
Tempat kerja baru. Suasana baru. Teman baru. Kota baru. Kota yang sepertinya tak kan pernah habis diarungi (atau saya belum terlalu berminat mengarunginya hehe). Alhamdulillah Jakarta selalu baik kepada saya.
Meski begitu, selama 6 bulan pertama di Jakarta masih begitu-begitu saja. Kehidupan mayoritas cuma berkisar di antara kost-kantor yang berjarak 10 menit dan tidur — banyak tidur.
Yang tidak baik justru saya sendiri — selanjutnya adalah curhat
). Yak, di bagian terakhir tahun ini saya melakukan kebodohan dalam hal percintaan. Kebodohan yang bisa saja akan saya sesali seumur hidup. Semoga tidak. Semoga saya bisa membayar kobodohan itu. Karena sesungguhnya rasa itu masih ada. Ya begitulah.
Yak, pada akhirnya tulisan ini memang sebuah curhat. Selamat Tahun Baru 2012. Tahun di mana zombie apocalypse akan terjadi. Tahun di mana Suku Maya kehabisan sistem kalender. Semoga Tuhan selalu bersama kita. Amin.
Dan kamu bersamaku lagi. Amin.
Dan semoga saya lebih rajin menulis di sini. Saya akan menulis apa saja seperti tidak akan pernah ada yang membaca. Karena kenyataannya memang juga begitu
)