Mbah
Malam ini hujan deras. Mbah Sunarti tahu itu artinya tidak akan banyak yang datang ke alun-alun kota yang berarti juga tidak akan banyak yang membeli kacang rebus yang dijualnya bersama Mbah Mitro, suaminya.
Udara semakin dingin. Hujan deras ditambah pula angin kencang menerpa memaksa Mbah Sunarti merapatkan jaket lusuh miliknya. Dipandanginya Mbah Mitro yang sibuk membetulkan tenda tempat mereka berteduh. Lelaki renta itu telah menjadi pendamping hidupnya selama 60 tahun. Sudah beribu kali udara dingin seperti malam ini mereka hadapi bersama. Pun juga udara panas yang menyengat. Dan kesunyian yang semakin menjadi sejak sepuluh tahun terakhir. Sejak Mbah Mitro tak mampu lagi bicara.
Suatu pagi Mbah Mitro tak tersadarkan diri setelah jatuh di kebun. Sejak itu pula Mbah Mitro tak bisa bicara. Tak mampu diajak berkomunikasi. Pandangannya selalu kosong. Orang-orang menyebut Mbah Mitro sudah pikun. Mbah Sunarti kehilangan teman berbincang terbaiknya.
Sejak hari itu tak ada lagi tawa renyah terdengar dari rumah sederhana yang puluhan tahun mereka huni bersama. Tak ada lagi cerita pewayangan yang sering didongengkan Mbah Mitro untuk Mbah Sunarti dan terkadang untuk anak-anak tetangga yang sering mampir ke rumah mereka. Anak-anak yang mengobati kerinduan pada anak tunggal mereka yang meninggal ketika berumur 7 tahun.
Sudah hampir subuh tapi hujan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Mbah Mitro sudah tidur sedari tadi, meringkuk di dekat gerobak kacang. Sementara Mbah Sunarti mulai resah, dia harus segera pulang. Dia harus memasak Sayur Bobor kesukaan Mbah Mitro sebelum dia bangun.
Hanya Sayur Bobor itu yang membuat Mbah Mitro ingat Mbah Sunarti, istrinya. Ingat rumah mereka. Ingat kehidupan mereka. Sayur Bobor yang membuat Mbah Mitro melamar Mbah Sunarti 60 tahun lalu. Sayur Bobor yang sepuluh tahun terakhir telah menyelamatkan kenangan di antara mereka.
Dingin hujan semakin deras. Mbah Sunarti semakin cemas. Dia harus pulang. Dia rindu kehangatan Sayur Bobor buatannya. Dia rindu kehangatan senyum suaminya setelah menghabiskan sepiring nasi dengan Sayur Bobor.
Reblogged this on asri10.